Label

Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2011

Pasar, Antara Tradisional Dan Modern

Tadi malam saya mimpi membuat tulisan tentang pasar tradisonal dan pasar modern. Agar mimpi saya jadi kenyataan, saya akan tulis artikel mengenai hal tersebut. :D


Ilustrasi Pasar Tradisional
Pasar tradisional atau yang bisa disebut pasar rakyat adalah pasar yang umurnya lebih tua daripada pasar modern. Pasar jenis ini identik dengan tempat yang becek, kumuh, kotor dan berbagai image buruk lainnya. Tapi hei, bukankah itu seharusnya tanggung jawab pemerintah sebagai pihak pengelola ?. Salah satu kelebihan pasar tradisional adalah harga barang yang bisa ditawar bahkan terkadang penjual bisa memberikan bonus berupa tambahan barang tanpa harus membayar lebih. Kelebihan lainnya adalah kita bisa mengutang dulu kalau kita lupa tidak membawa uang. Selain itu, di pasar tradisional kita tidak perlu memakai baju yang terlalu bagus (jelas, kita khan niatnya belanja, bukan fashion show). Tidak hanya itu, sebenarnya ada banyak kelebihan lain mengenai pasar tradisional.

Senin, 19 Desember 2011

Die Laughing, Sebuah Ungkapan Yang Jadi Kenyataan

Tertawa boleh saja, tetapi jangan sampai tertawa berlebihan karena bisa menyebabkan kematian, tidak percaya ? mari kita lihat kasus dibawah ini.


1. Zeuxis, pelukis Yunani, menertawai lukisan wanita yang baru saja ia selesaikan. Kemudian karena tertawa terlalu berlebihan, akhirnya ia sesak napas dan mati pada akhirnya.

2. Konon, komedian Yunani, Philemon, mati karena menertawakan leluconnya sendiri.

3. Chrisyppus, seorang filsuf Yunani, mati karena tertawa pada saat melihat keledai sedang makan buah ara.

Memancing Ide

 Ide, siapa sih yang tidak ingin mendapatkan ide ? saya yakin anda pasti ingin mempunyai banyak ide. Sejujurnya, saya sendiri pun sering kebingungan mencari suatu ide. Bagaimana cara mencari ide ? seorang guru saya pernah berkata bahwa mencari ide itu seperti memancing ikan. Nah, disini saya pun sedikit kebingungan memahami maksud dari guru saya tersebut. 


Dalam memancing. anda harus bisa menentukan umpan dan pancing yang tepat untuk mendapatkan ikan yang anda inginkan. Misalnya anda ingin memancing ikan hiu, apakah anda akan memancing ikan hiu dengan modal pancingan ikan kerapu dan umpan cacing ? saya rasa anda tidak akan melakukan hal tersebut bukan. Begitu pula dengan ketika anda ingin memancing ikan mujair, apakah anda akan memancing ikan tersebut dengan pancing-kapal (yang biasanya digunakan untuk ikan besar) dan umpan menggunakan umpan untuk Hiu ? saya rasa anda juga tidak akan melakukannya.

Blogging, Tren Sesaatkah ?

Tulisan ini saya buat karena saya melihat banyak blog yang hanya berisi sedikit tulisan dan blog tersebut umurnya sudah tua. Ah, kalau tidak salah pada tahun 2008 Roy Suryo pernah mengatakan bahwa blogging itu adalah trend sesaat. Para Blogger pun membantah hal tersebut dengan mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh 1000 Blogger. Tapi itu dulu, sekarang sudah banyak Blogger yang berhenti nge-Blog. Entah karena sibuk ataupun mereka memang sudah pensiun dari dunia per-Blogging-an. Coba silakhan anda lihat stastitik di bawah ini.

Sabtu, 03 Desember 2011

Perubahan Cita - Cita

Waktu kecil dulu, aku pernah berangan - angan jadi doktor. Doktor, pada pikiranku waktu itu, adalah orang yang keren. Dokter hanya butuh memeriksa pasiennya dan wuss . . . . dia mengatakan bahwa pasiennya sakit apa. Padahal dokter hanya memeriksa sebentar tapi dia bisa menentukan pasiennya sakit apa, hebat bukan ? karena itulah aku ingin jadi seorang dokter. Aku pun sering membaca buku Ilmu Alam dengan harapan bisa menjadi seorang dokter.
Waktu pun berjalan . . . . Banyak hal yang aku alami dan banyak hal yang aku pelajari. Dan ternyata, aku lebih tertarik dengan game. Pada awalnya aku hanya suka bermain game, tetapi lama - kelamaan malah ingin membuat game sendiri. Dan karena banyak orang yang mengatakan bahwa game itu diciptakan oleh progammer, maka aku pun ingin menjadi progammer. Bagaimana dengan impian saya sebagai seorang dokter ? karena lebih tertarik ke game, akhirnya malah nggak ingin jadi dokter.

Jumat, 02 Desember 2011

Andai Aku Jadi Presiden

Sewaktu kecil, saya punya keinginan jadi presiden. Jadi presiden itu enak, bisa naik pesawat terbang . . . . seperti Pak Habibie (nyanyi). Jadi presiden itu enak, bisa minta ini, minta itu ke orang - orang. Kemana - mana dibayari (oleh negara, tentunya). Kemana - mana dikawal jadi merasa lebih aman. Kalau hilang pasti dicari sampai ketemu (ya, iyalah, kalau presiden hilang bagaimana nasib negaranya?). Punya Istana sendiri (tuh, istana presiden). Dan banyak impian lainnya yang membuatku ingin jadi presiden.

Seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai tahu bahwa menjadi presiden itu tidak semudah kelihatannya. Sering kali saya melihat seorang presiden dijelek - jelekan (seperti gambar disamping). Selain itu, saya baru tahu jika presiden itu sangat sibuk, sibuk mengatur negaranya. Saya pun berpikir, bagaimana dia bisa mengatur negara yang sebegitu besarnya. Mengatur diri sendiri saja terkadang saya masih kesulitan.

Tapi, saya masih tetap boleh bermimpi menjadi presiden bukan ? karena "hidup itu dibangun dari impian". Impian itu boleh direalisasikan boleh juga tidak, jadi sah - sah saja jika saya menulis hal - hal aneh yang akan dilakukan jika saya jadi presiden bukan ?

Kamis, 17 November 2011

Adakah Jawaban yang Benar - Benar Tepat untuk Penjumlahan 1 + 1 ?

Ada beberapa hal yang mengganggu pikiran saya belakangan ini, diantaranya adalah penjumlahan 1 + 1. Kebanyakan orang pasti menjawab bahwa hasilnya adalah 2

tetapi entah mengapa jawaban itu tidak berhasil membuat pikiran saya tenang dan pikiran saya malah dipenuhi dengan pertanyaan "kenapa 1 + 1 = 2, apakah jawabannya harus selalu dua ?"

setelah saya renungkan ternyata dua bukanlah jawaban satu - satunya dari penjumlahan 1 + 1, penjumlahan tersebut dapat memiliki jawaban yang bervariasi, di bawah ini adalah sebagian dari kemungkinan jawabannya


1 + 1 = 2 (dalam penjumlahan aritmetika)

1 + 1 = 10 (dalam penjumlahan bilangan biner)